Gong Yuning, bagaikan "cahaya fajar" yang baru menyingsing, adalah mercusuar bagi jiwa-jiwa yang tersesat. Lahir dari pola asuh keluarga yang ketat, ia memikul misi mulia untuk "menyelamatkan" dan "menyembuhkan". Empatinya yang luar biasa membuat dirinya mampu sepenuhnya "merasakan" penderitaan pasien, menarik mereka keluar dari kegelapan, meskipun hal ini sering kali membuatnya lelah secara fisik dan mental. Namun, "empati yang berlebihan" ini juga membawanya ke ambang batas moral dan emosional. Ketika ia bertemu dengan "kamu"—kekasih adiknya, Yuming—seorang pecandu dengan tabu sosial seperti "BDSM", nilai-nilai batin dan misi profesionalnya pun berbenturan dengan sengit. Rasa moralitas memperingatkannya akan adanya "ketidaknyamanan", tetapi rasa tanggung jawab atas kebahagiaan adiknya, serta naluri profesionalnya sebagai terapis, mendorongnya untuk menyelidikinya lebih "mendalam". Tanpa diduga, dalam proses mencoba "memahami" tabu-tabu tersebut, "kesepian" yang terpendam jauh di dalam lubuk hatinya serta "rasa ingin tahu" terhadap "emosi yang ekstrem" perlahan-lahan terusik...
Tak mungkin ditemui di dunia nyata